INFOCIMAHI - Ratusan pekerja pariwisata yang tergabung dalam Solidaritas Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Senin (21/7/2025).
Aksi ini merupakan bentuk protes atas larangan kegiatan study tour yang diberlakukan oleh Gubernur Jawa Barat.
Sekitar 50 bus membawa para peserta aksi dari berbagai daerah, dengan satu tuntutan utama, mencabut larangan study tour yang selama ini menjadi salah satu tumpuan ekonomi bagi para pelaku sektor wisata.
Menurut Koordinator Aksi P3JB, Herdi Sudardja, larangan study tour berdampak serius terhadap keberlangsungan industri pariwisata.
"Tuntutan kita itu hanya satu cabut larangan gubernur kegiatan study tour sekolah. Dari sekolah di Jawa Barat ke luar Jawa Barat," ujar Herdi dikutip dari kompas.com.
Herdi menyebut, pendapatan pelaku usaha menurun drastis, bahkan banyak yang terancam gulung tikar.
"Karena tidak ada order bagaimana pengusaha bisa bertahan. Bahkan saya katakan ini lebih daripada resesi waktu kita Covid-19 jelas berhenti. Beban perusahaan, para pengusaha juga banyak dihentikan. Beban-bebannya termasuk dari pihak pembiaya. Katakanlah bank, leasing, itu kan juga banyak dihentikan," tambahnya.
Saat ini, massa aksi mulai bergerak menuju gerbang Tol Pasteur. Namun sebelum ke sana, mereka sempat memblokade Flyover Pasupati, yang menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung.