INFOCIMAHI - Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan terkait jatuhnya 1 Syawal 1446 H.
Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Sayuti, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun @Muhammadiyah Channel pada Rabu (12/2/25), menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan tersebut 1 Syawal 1446 H pada 31 Mei 2025.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil analisis astronomis yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.
Metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan oleh Muhammadiyah memerlukan beberapa kriteria untuk menentukan awal bulan Hijriah, yaitu terjadinya ijtimak sebelum matahari terbenam, bulan terbenam setelah matahari, dan piringan bulan berada di atas ufuk saat matahari terbenam. Apabila salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, bulan akan digenapkan menjadi 30 hari.
Berdasarkan data astronomis, pada Sabtu Kliwon, 29 Ramadan 1446 H atau 29 Maret 2025, ijtimak terjadi pada pukul 17:59:51 WIB. Namun, pada saat matahari terbenam di Yogyakarta, posisi bulan masih berada di bawah ufuk, yakni pada ketinggian -01° 59′ 04″.
Dengan demikian, umur bulan Ramadan 1446 H disempurnakan menjadi 30 hari, dan 1 Syawal 1446 H pun jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.