INFOCIMAHI – Umat Islam di seluruh dunia akan menyaksikan fenomena langka pada tahun 2030, yakni bulan suci Ramadan yang akan berlangsung dua kali dalam satu tahun. Peristiwa ini disebabkan oleh perbedaan antara sistem penanggalan kalender Hijriyah dan kalender Masehi, yang menyebabkan pergeseran tanggal setiap tahunnya.
Menurut ahli astronomi dan astrofisika dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaludin, kalender Hijriyah memiliki jumlah hari sekitar 354 hingga 355 hari, lebih pendek dibandingkan kalender Masehi yang terdiri dari 365 atau 366 hari. Perbedaan ini menyebabkan bulan Ramadan bergeser sekitar 10 hingga 12 hari lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi.
"Peristiwa Ramadan atau Idul Fitri yang terjadi dua kali dalam satu tahun umumnya berlangsung setiap 33 tahun sekali," ujar Thomas, dikutip dari Kompas.com.
Berdasarkan perhitungan astronomi, Ramadan pada tahun 2030 diperkirakan akan jatuh pada bulan Januari dan kembali terjadi pada bulan Desember. Fenomena ini menjadi momen yang menarik bagi umat Muslim, karena dalam satu tahun yang sama mereka akan menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dua kali.
Fenomena ini diperkirakan akan menjadi sorotan besar di kalangan umat Muslim di seluruh dunia, yang akan merayakan bulan suci Ramadan dengan cara yang sangat unik dan langka.