INFOCIMAHI-WHO memperingatkan bahwa kesepian memiliki dampak buruk bagi kesehatan yang sebanding dengan merokok 15 batang sehari. Temuan ini didukung oleh penelitian dari US National Library of Medicine, yang menunjukkan bahwa kesepian dapat mengganggu fungsi biologis, meningkatkan tekanan psikologis, serta memicu berbagai masalah perilaku.
Sebuah studi yang melibatkan 300 ribu orang dewasa mengungkapkan bahwa individu yang merasa kesepian memiliki risiko kematian 50% lebih tinggi dibandingkan mereka yang aktif bersosialisasi. Selain itu, survei AARP menemukan bahwa 35% orang dewasa di atas usia 45 tahun mengalami kesepian, yang pada lansia dapat meningkatkan risiko depresi dan memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Sebagai langkah penanganan, WHO membentuk komisi internasional yang dipimpin oleh Vivek Murthy dan Chido Mpemba, melibatkan para ahli dari berbagai negara. Mpemba menegaskan bahwa kesepian bukan hanya masalah individu, tetapi juga tantangan global yang berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan tanpa memandang usia.