INFOCIMAHI-Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump usulkan 2 juta warga Gaza, Palestina ke Indonesia selama masa gencatan senjata.
Hal itu disampaikan utusan Presiden AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff saat melakukan kunjungan ke Gaza sebagai upaya menjaga kesepakatan gencatan senjata antara Isr@el dan Hamas. Ia sempat menyebut Indonesia sebagai relokasi bagi 2 juta warga Gaza selama pembangunan wilayah tersebut pasca perang.
“Pertanyaan tentang bagaimana membangun kembali Gaza masih belum terjawab, selain ke mana sekitar 2 juta warga Palestina dapat direlokasi sementara ini. Indonesia, misalnya, adalah salah satu lokasi yang sedang dibahas untuk beberapa dari mereka,” kata Steve Witkoff sebagaimana dikutip dari tempo.co.
Kemudian, pihaknya berencana berkunjung ke Timur Tengah selama beberapa minggu untuk menyelesaikan permasalahan dengan anggapan dapat membatalkan kesepakatan pemberhentian sandera yang ditahan oleh Hamas.
Selain itu, ia memastikan stabilitas jangka panjang bagi kedua negara tersebut melalui 3 fase, yaitu pembebasan sandera, penarikan pasukan zionis dari Gaza, dan mengakhiri perang sehingga Gaza bisa kembali membuat pembangunan.
Mendapati kabar relokasi warga Gaza, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Rolliansyah Soemirat mengatakan pada Senin, (20/1/2025) bahwa pihaknya tidak pernah menerima usulan dari siapapun.
“Pemerintah RI tidak pernah mendapatkan informasi apapun mengenai hal ini,” kata Rolliansyah sebagaimana dikutip dari tempo.co.
Indonesia termasuk aktif memberikan bantuan untuk Palestina, akan tetapi tidak termasuk menerima relokasi warga negara tersebut. Meski begitu, RI siap mengirimkan pasukan perdamaian ke wilayah tersebut jika atas utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).