INFOCIMAHI - Kebakaran dahsyat yang terjadi di Los Angeles, Amerika Serikat menyebabkan ribuan permukiman hangus sejak Selasa (7/1/25). Menurut laporan terakhir AP News peristiwa ini mengakibatkan 24 orang hilang nyawa dan seluruh penduduk yang berjumlah hampir 10 juta jiwa kemungkinan besar harus mengungsi.
Seorang pejabat lokal Sherif Los Angeles, Robert Luna mengatakan bahwa kebakaran itu seperti kejatuhan bom atom.
“(Seperti) bom atom yang dijatuhkan di daerah itu. Bahkan, saat saya menceritakan kepada Anda, kata-kata itu keluar dari bibir saya, saya merasa gugup dengan angka itu,” ujar Robert Luna sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com.
Meski begitu, ia berharap jumlah korban tidak bertambah.
Sementara itu, kerugian akibat kebakaran mencapai 123 miliar US$ hingga 150 miliar US$ atau sekitar Rp 2.185 triliun hingga Rp 2.430 triliun.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Meteorologi AccuWeather, Jonathan Porter yang mengatakan bahwa kerugian itu mencakup asuransi maupun tidak, dan itu berdampak besar bagi perekonomian.
“Kehancuran yang ditinggalkan (imbas kebakaran) sangat menyedihkan dan dampak ekonominya sangat besar,” kata Jonathan Porter.
Adapun wilayah yang terkena dampak akibat kebakaran adalah Pacific Palisades, Eaton, San Gabriel, Hurst, Lembah San Fernando, Kenneth, hingga Ventura County.