INFOCIMAHI-“Me Time” atau waktu sendiri adalah kegiatan yang dilakukan untuk diri sendiri, termasuk seorang ibu juga mesti melakukannya.
Sebuah survei menunjukkan pentingnya melakukan “Me Time” bagi kesehatan mental ibu yang melibatkan lebih dari 1.200 perempuan dewasa pengguna aplikasi Orami.
Sementara itu, WHO atau World Health Organization pada tahun 2019 mencatat bahwa di seluruh dunia, ada sekitar 10% ibu hamil dan 13% ibu melahirkan mengalami gangguan kesehatan mental berupa depresi awal. Di negara berkembang, angka tersebut cenderung lebih tinggi yaitu sekitar 15,6% selama hamil dan 19,8% setelah melahirnya, dan salah satu penyebabnya adalah lingkungan sekitar yang belum bisa menjadi support system atay sistem pendukung yang kondusif bagi kesehatan mental ibu.
Survei yang dilakukan Orami juga melaporkan bahawa sekitar 40% perempuan di Indonesia merasa lelah, takut, dan marah setelah menjadi seorang ibu. Hal itu berkaitan dengan kurangnya waktu untuk melakukan “Me Time”, ditambah 7 dari 10 ibu belum pernah mengakses layanan psikolog.
Kurangnya dukungan lingkungan sekitar, pasangan, dan keluarga bisa menadi penyebab sulitnya seorang ibu untuk melakukan “Me Time”.
Akan tetapi, saat seorang ibu bisa melakukan “Me Time” di tengah rutinitas sehari-hari, dapat memberikan efek positif, dimana perasaan ibu cenderung lebih bahagia berbanding lurus dengan “Me Time” yang didapatkan. Sekitar 70% ibu yang memiliki waktu untuk “Me Time” cenderung memiliki perasaan yang lebih positif dengan adanya bahagia, puas, bangga, dan percaya diri.
Ada berbagai kegiatan “Me Time” yang bisa dilakukan, mulai dari buka media sosial, menekuni hobi, berbelanja, hangout, atau aktivitas-aktivitas menyenangkan lainnya.