INFOCIMAHI-Film horor selalu dinantikan para pecintanya, termasuk di Indonesia.
Padahal, film horor itu seringkali menyebabkan rasa takut saat menonton genre tersebut, tetapi mengapa tetap diminati hingga ketagihan?
Melansir dari kompas.com, laman Harvard Business Review mengungkapkan bahwa perasaan takut manusia bukanlah emosi positif. Adapun menurut Associate Professor di Johns Hopkins Carey Business School, Nanyang Technological University Kuangjie Zhang, rangsangan yang didapat adalah salah satu alasan banyak orang suka menyaksikan film horor.
Para peneliti juga mengungkapkan bahwa film bergenre horor dapat merangsang mental dan fisik menjadi dua bentuk, dimana rangsangan negatif didapat dari perasaan takut dan cemas, sedangkan rangsangan positif didapat dari kegembiraan saat menyaksikannya. Tak hanya dua bentuk rangsangan, tetapi juga mengaktifkan kedua jenis rasangan sekaligus, maksudnya meningkatnya perasaan senang dalam situasi menakutkan.
Kenapa hal itu bisa terjadi?
"Biokimia di dalam tubuh kita juga berubah saat kita menonton horor. Ketakutan dapat memicu pelepasan adrenalin, menghasilkan sensasi yang meningkat dan energi yang melonjak," ujar peneliti sebagaimana dikutip dari kompas.com.
Memperoleh pengalaman baru merupakan alasan lain orang-orang suka menyaksikan genreatau sesuatu yang berhubungan dengan horor. Misalnya, mengunjungi rumah hantu.
Meski begitu, peneliti menganjurkan para pecinta film horor agar memiliki kerangka pelindung psikologis untuk dapat memeproleh kesenangan dari rasa takut selama menyaksikan film horor, seperti percaya bahwa kita aman secara fisik, dapat membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak nyata, serta mengendalikan diri.