INFOCIMAHI-Kebanyakan perempuan masa kini, mungkin sudah tidak asing akan istilah standar kecantikan. Tetapi, tahukah kamu tentang fakta yang sering menjadi penilaian orang lain?
Setiap perempuan memiliki standar kecantikan idealnya masing-masing. Namun, fakta menunjukkan tak jarang bahwa apapun penampilannya seringkali menjadi bahan komentar orang lain.
Melansir dari akun Youtube @/Najwa Shihab yang membahas tentang fakta menarik dari standar kecantikan setiap orang. Dalam akun tersebut, presenter yang cukup terkenal itu menjelaskan tentang bagaimana orang lain memandang seseorang.
Mungkin atau fakta, kamu pernah atau bahkan sering mendengar ungkapan-ungkapan seperti berikut ini dari lisan orang lain yang berkomentar tentang standar kecantikan.
Misalnya, mereka mengatakan bahwa kamu cantik andai badanmu lebih langsing lagi, lemak di perutmu masih menggelambir, kamu wajib diet, potong jatah makan kamu, olahraga setiap sore.
Tetapi, terlalu kurus juga kamu tidak enak dipandang. Kamu terlihat seperti orang sakit dan kurang gizi.
Mereka bilang kamu cantik andai riasan wajahmu tidak terlalu menor.
Cantik itu mesti terlihat natural. Tetapi, natural bukan berarti bebas dari make up, nanti wajahmu pucat.
Mereka bilang kamu cantik andai kulitmu putih, tetapi jangan terlalu putih nanti pucat seperti mayat.
Kamu cantik juga andai terlihat eksotis, tetapi jangan terlalu banyak berjemur nanti kulitmu malah cokelat kumal, bahkan hitam legam, dan sudah pasti itu tidak cantik.
Mereka bilang kamu cantik, andai rambutmu hitam, berkilau, dan lurus. Rambut keriting membuat wajahmu jadi terlihat bulat.
Kamu tidak cocok rambut panjang, wajahmu terlihat tenggelam. Tetapi, jangan dipotong terlalu pendek.
Rela dikira laki-laki?
Mengapa tidak tampil trendy dengan rambut diwarnai? Tetapi, hindari warna ini atau itu, terlalu mencolok seperti lampu neon.
Tampilan rambut menjadi sebuah bagian dari perempuan yang kerap mendapat perundungan, seperti “si keriting”, “si gimbal”, “si kribo” dengan mudahnya mereka memberikan julukan itu. Coba bayangkan, betapa menjenuhkannya bila semua perempuan harus punya rambut yang lurus, hitam, dan panjang.
Tidak ada yang harus seragam di penampilan kita. Kita dibekali sesuatu yang seringkali lebih cantik dari yang kita duga.
Kamu yang sering disebut keriting, kribo, atau memutuskan punya potongan rambut super pendek, mengapa harus terganggu dengan ekspektasi orang lain?
Pada dasarnya, kekayaan ekspresi itu punya pesonanya tersendiri. Fungsi rambut sebenarnya tak sekadar estetika belaka, melainkan identitas yang melekat kuat.
Warna rambut menggambarkan kepribadian, gaya rambut menunjukkan keseharian bahkan seutas rambut bisa mengungkap asal-usul kita yang sebenarnya.
Rambut bukan benar-benar mahkota apabila perempuan tak bisa percaya diri mengekspresikannya. Mayoritas perempuan ingin tampil cantik dan tak ada yang salah dengan itu, yang penting jangan mau didikte oleh ukuran cantik yang dibuat orang lain.
Ambil definisi kecantikanmu sendiri. Standar kecantikan yang tidak memanusiakan kita sebagai perempuan sudah seharusnya ditinggalkan.
Hal yang lebih penting, sudah saatnya kecantikan diperluas, tidak hanya tentang sesuatu yang bersifat bawaan dari lahir karena itu akan membuat kecantikan semata kata benda. Kecantikan seharusnya juga kata kerja.
Seseorang menjadi cantik karena tindakannya, perbuatannya, dan aktivitasnya. Barang siapa yang mampu berbuat baik kepada sesama, sanggup menggerakkan sekitar untuk melakukan hal-hal baik, bisa memperlihatkan kerja-kerja konkrit yang mengubah dan menggubah, itulah secantik-cantiknya perempuan.
Kecantikan tak semata kualitas bawaan yang melekat pada seseorang, melainkan juga energi yang menyebar dan dirasakan di sekelilingnya, dengan itulah kecantikan akhirnya menjadi berdampak.
Cantik itu berani punya mimpi dan ambisi, tapi juga kemurahan hati dan empati, sebab perempuan memang bukan pemandangan, dan kecantikan bukan untuk diperlombakan.