INFOCIMAHI - Sepanjang tahun 2024, ratusan gerai Alfamart terpaksa tutup. Bahkan, hingga saat ini, sudah ada lebih dari 300 gerai yang menghentikan operasionalnya.
Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), Solihin, mengatakan bahwa salah satu alasan utama penutupan tersebut adalah tingginya biaya sewa.
"Biaya sewa toko makin mahal kita memaklumi kalau naik, tapi kalau biaya sewa naiknya tinggi dan enggak wajar, yah, mau kita lanjutkan? Yah, harus ditutup,” tutur Solihin sebagaimana dikutip dari kompas.com.
Meskipun demikian, Alfamart tetap membuka banyak toko di berbagai wilayah, dengan jumlah toko yang masih lebih banyak dibuka daripada yang tutup.
"Walaupun ratusan toko tutup, toko yang buka lebih daripada seribuan lah, kita ekspansi yang tutup, setengahnya pun enggak ada. Masih banyak yang buka," tambahnya.
Di sisi lain, hingga September 2024, Alfamart mencatatkan pendapatan sebesar Rp 88,21 triliun, yang meningkat sebesar 10,23% dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 80,02 triliun.