INFOCIMAHI-Siapa disini yang tinggal di Jalan Pasantren? Apa kalian sudah tahu akan asal-usul Jalan Pasantren?
Di Cibabat, terdapat sebuah jalan yang kini dikenal sebagai Jalan Pasantren. Nama ini memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan perjuangan seorang ulama besar, Kyai Haji Muhammad Kurdi Abu Hasan Al Burujuli, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mama Kurdi atau Eyang Cibabat.
Mama Kurdi adalah seorang ulama cerdas yang lahir pada tahun 1839 dan wafat pada 1954, yang mengabdikan dirinya untuk menuntut ilmu dan menyebarkan ilmu agama. Setelah menimba ilmu dari ayah dan kakeknya, beliau melanjutkan pendidikannya ke pesantren-pesantren di sekitar Bandung, serta berguru kepada sejumlah syekh di Mekkah saat menunaikan ibadah haji.
Setelah pulang dari Haramain, Mama Kurdi mencari lokasi untuk mendirikan tempat pengajian. Pilihan jatuh pada sebuah tempat di Cibabat, yang kemudian dibangun masjid dan pesantren di tepi jalan cabang yang menghubungkan Cibabat dengan daerah Sariwangi. Jalan inilah yang kini kita kenal sebagai Jalan Pasantren, sebagai penghormatan atas perjuangan dan kontribusi beliau dalam menyebarkan ilmu agama di wilayah Bandung dan Cimahi.
Jalan Pasantren tidak hanya menjadi saksi sejarah perjuangan Mama Kurdi dalam bidang agama, tetapi juga mengenang peran beliau di dunia pemerintahan, yang menjabat sebagai Penghulu dan imam Masjid Agung Bandung.