INFOCIMAHI-Kematian merupakan peristiwa yang akan dihadapi semua makhluk ciptaan Allah SWT. Tak terkecuali manusia.
Sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memikul tanggung jawab atas amal perbuatan selama hidup di dunia, akan mengalami perjalanan dari alam barzakh atau alam kubur sampai akhirnya dibangkitkan di hari kiamat.
Bagi yang beriman, perjalanan dari alam barzakh sampai berada di akhirat akan terasa lebih mudah. Namun bagi pendosa terlebih manusia yang tak bertaubat hingga ajal datang, perjalanan hingga dibangkitkan di hari kiamat mungkin berat dan bahkan menyakitkan.
Melansir dari liputan6.com, setelah manusia mengalami kematian, ada fase-fase yang akan dijalani seperti yang diriwayatkan Rasulullah SAW dalam hadits-hadits shohihnya. Demikian juga para ulama yang menerangkan dalam kitab-kitabnya.
Saat manusia mengalami kematian, sebenarnya inilah awal perjalanan panjang yang dilalui manusia hingga berada di syurga ataupun neraka. Pada dasarnya, alam barzakh atau alam kubur adalah alam yang menjadi pemisah antarra dunia dan akhirat.
Bagi yang beriman, jiwa manusia di alam barzah akan mendapatkan nikmat kubur, tetapi sebaliknya jika manusia pendosa dan tak bertaubat akan merasakan siksa kubur.
Lalu setelah kiamat, manusia akan dibangkitkan dari alam kubur menuju akhirat, yaitu Padang Mahsyar.
Hisab adalah perhitungan amal menggunakan mizan yang merupakan timbangan amal untuk menentukan seberapa banyak amal manusia semasa hidup di dunia. Selanjutnya, manusia akan berjalan melewati sirat, jembatan penghubung antara Padag Mahsyar dan syurga.
Namun setelah melewati hisab dan mizan, manusia terbagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama, ashabul-yamin, yaitu kelompok kanan yang mendapatkan keselamatan dan mereka masuk syurga. Sementara kelompok dua, ashabusy-syimal, ayitu kelompok kiri yang mengalami kecelakaan dan masuk neraka.
Selain itu, Al Qur’an menafsirkan terkait alur perjalanan manusia dari proses reproduksi, kematian, hingga bangkit dari alam barzakh.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (yang berasal) dari tanah. (QS Al-Mu'minūn Ayat 12)
ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ ۖ
Kemudian, Kami menjadikannya air mani di dalam tempat yang kukuh (rahim). (QS Al-Mu'minūn Ayat 13)
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخٰلِقِيْنَۗ
Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung (darah). Lalu, sesuatu yang menggantung itu Kami jadikan segumpal daging. Lalu, segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. (QS Al-Mu'minūn Ayat 14)
ثُمَّ اِنَّكُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ لَمَيِّتُوْنَ ۗ
Kemudian, sesungguhnya kamu setelah itu benar-benar akan mati. (QS Al-Mu'minūn Ayat 15)
ثُمَّ اِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ تُبْعَثُوْنَ
Kemudian, sesungguhnya kamu pada hari Kiamat akan dibangkitkan. (QS Al-Mu'minūn Ayat 16)
Sebaiknya, persiapkan dari sekarang dengan memperbanyak amal kebaikan agar selamat dunia dan akhirat.