INFOCIMAHI,KAB.BANDUNGBARAT-Badan Geologi menghimbau masyarakat dan wisatawan agar waspada terhadap potensi bahaya yang disebabkan oleh erupsi freatik di Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peringatan ini seiring dengan mulainya musim hujan yang berpotensi memicu interaksi antara air hujan dengan material panas di dalam gunung berapi.
Menurut Kepala Badan Geologi, M. Wafid, erupsi freatik terjadi karena adanya kontak antara air hujan, air tanah, maupun danau kawah dengan material vulkanik panas yang menghasilkan tekanan uap tinggi.
"Erupsi freatik tidak disertai keluarnya magma, namun dapat menimbulkan lontaran material vulkanik dan hujan abu di sekitar kawah," ujar Wafid sebagaimana dikutip dari pikiranrakyat.com, Jumat (6/12/2024).
Sampai saat ini, aktivitas vulkanik yang terjadi di Gunung Tangkuban Parahu didominasi oleh gempa frekuensi rendah yang menunjukan pergerakan fluida di kedalaman dangkal yang berpotensi meningkatkan intensitas hembusan gas di sekitar kawah.
Oleh karena itu, Badan Geologi menghimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati dasar kawah, serta menghindari aktivitas berlama-lama atau bermalam di area kawasan kawah aktif, dan meski aktivitas gunung berada pada status Level I (normal), masyarakat serta wisatawan dihimbau tetap waspada terhadap kemungkinan erupsi freatik yang bisa saja terjadi tanpa gejala vulkanik signifikan.
“Jika teramati peningkatan intensitas atau ketebalan asap kawah, atau tercium bau gas menyengat, masyarakat diminta segera menjauhi area tersebut untuk menghindari bahaya paparan gas beracun maupun erupsi freatik. Peningkatan ini dapat terjadi karena perubahan tekanan di kedalaman dangkal, namun hingga kini belum ada indikasi tekanan dari magma dalam,” jelas Wafid.
Untuk mengantisipasi potensi bahaya, Badan Geologi menghimbau agar pemerintah daerah dan BPBD Provinsi serta Kabupaten untuk melakukan koordinasi dengan pos pengamanan Gunung Tangkuban Parahu di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.
Badan Geologi juga meminta masyarakat sekitar gunung untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa, tanpa terpengaruh isu-isu yang belum terverifikasi terkait potensi erupsi Gunung Tangkuban Parahu.