INFOCIMAHI-Jump scare adalah sebuah trik klasik yang biasanya sering digunakan dalam film horor yang bertujuan sebagai efek rasa takut yang berasal dari beragam emosi yang menumpuk dalam diri seseorang.
Dalam kata lain, jump scare bisa disebut sebagai pondasi utamanya dalam sebuah film horor. Ketika si karakter berpikir sesuatu akan terjadi dan benar, alat penggerak utama akan menciptakan suasana tegang dalam adegan tersebut.
Akan tetapi, jump scare juga bisa hadir tanpa adanya antisipasi ketika sesuatu yang menyeramkan terjadi diiringi lantunan musik yang kencang, dalam artian jumpscare sebagai teknik yang digunakan film horor untuk menakuti penontonnya dengan kemunculan objek tak terduga secara tiba-tiba.
Jenis-Jenis Adegan Jump Scare
Adegan jump scare dibuat oleh suatu kejadian yang terjadi secara tiba-tiba dan tak terduga. Contohnya pada adegan film “Jaws”, saat Brody kesal dan frustasi akibat tekanan dari berbagai pihak agar dapat segera menangkap hiu putih hingga dirinya menyebarkan umpan serampangan, tetapi tak lama kemudian dan tanpa diduga hiu putih muncul di hadapannya.
Adegan jump scare dibuat oleh peristiwa yang sedang terjadi. Misalnya pada adegan film “It”, dimana dimulai dari The Losers club yang melihat tayangan slide foto yang menangkap wujud asli Pennywise di sebuah ruang tertutup hingga tayangan slide foto tersebut bergerak sendiri hingga sosok Pennywise semakin mengabur dan akhirnya menghilang dari foto.
Tanpa diduga, sosok Pennywise muncul di hadapan mereka.
Proses Pembuatan Adegan Jumpscare
Waktu dapat menjadi andalam saat menciptakan adegan jump scare, dimana direkam pada saat kamera mendekati atau menjauhi objek yang berdurasi panjang sehingga mampu membuat proses antisipasinya terasa jauh lebih mengerikan dari jumpscare itu sendiri.
Misalnya, pada adegan film “The Shining” dimana kamera mengikuti Dick Halloran menyusuri lorong untuk mencari tahu apakah ada orang atau tidak di hotel tersebut. Direkam dalam long shot berdurasi lebih dari satu menit, kita dihadapkan pada belasan bahkan puluhan hal buruk yang dapat terjadi pada Halloran jika tidak segera keluar dari bangunan hotel.
Ketika hal buruk itu terjadi, saat Jack menyerang Halloran secara brutal, kita sebagai penonton tidak terlalu terkejut. Justru teror ketika mengikuti Halloran terasa jauh lebih nyata dan mengerikan.
Witholding information biasanya mengusung konsep found footage, dimana sudut pandang terbatas sehingga membuat adegan terasa lebih mencekam. Teknik ini membuat sesuatu terlihat kabur dan menjadi elemen penting dalam adegan jump scare.
Umumnya, adegan akan diambil dalam wide shot, dimana mencakup hampir seluruh bagian dari latar adegan tersebut. Biasanya, para pembuat film akan bermain dengan apa yang bisa kita lihat dan apa yang tidak bisa kita lihat, membuat penonton gelisah dan bertanya-tanya dari arah mana terornya akan datang.
Bukan adegan jumpscare namanya jika tidak disertai suara keras dan sarat akan teror. The Sting biasanya dibuat dari musik instrumental dengan nada yang tinggi.
Disandingkan dengan adegan yang dibangun dalam atmosfer sunyi tentu membuat penonton yang semula fokus pada adegan seketika terlonjak dengan kejutan suara menggelegar yang memekakan telinga. Sebut saja adegan loteng di Sinister, adegan cermin di Woman in Black, hingga kemunculan Jennifer dari antah-berantah di Jennifer’s Body.
Misdirection dibuat bertujuan untuk mematahkan ekspektasi penonton sebagai cara terbaik dalam membuat adegan jump scare, dibangun dengan memaksa penonton agar fokus pada satu hal yang berpotensi besar menjadi ancaman hingga lupa memeriksa tempat-tempat llain yang sama-sama berpotensi menjadi sumber teror.
Contohnya dalam film The Sixth Sense, penonton akan dibuat penasaran akan apa yang membuat hiasan bunga di kamar Cole bisa bergerak sendiri dan dibuat terkejut dengan kehadiran tangan misterius dari bawah tempat tidur.
Fake Out atau memalsukan jump scare disebut-sebut ampuh dalam menghadirkan teror yang ikonik. Contohnya pada adegan film “It Follows”, Jay yang ketakutan memohon dan meyakinkan teman sekamarnya kalau orang yang mengetuk pintu kamarnya adalah sosok mengerikan yang tengah menghantuinya.
Namun, ketika pintunya dibuka, kita diperlihatkan pada Kelly, teman Jay yang lain. Kemudian, hal tersebut segera dipatahkan dengan kemunculan sosok mengerikan yang tiba-tiba tepat di belakang Kelly.
Dapat disimpulkan bahwa jumpscare bisa disebut sebagai primadona dalam menciptakan efek teror yang mengerikan dalam adegan film horor. Namun, tentu saja melalui modifikasi dan inovasi yang eksperimental, orisinal, dan terasa segar dari kalangan sineas muda.
Source: idntimes.com