INFOCIMAHI-Satuan layanan yang tersebar di seluruh Indonesia akan mengelola anggaran sekitar Rp7 hingga Rp10 miliar untuk mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara terstruktur.
Program ini bertujuan untuk memberikan makan bergizi bagi berbagai kelompok sasaran, dengan fokus utama pada anak-anak sekolah.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa bahwa setiap satuan layanan akan mencakup sekitar 3.000 anak sekolah sebagai basis utama.
“Setiap satuan layanan akan mengolah anggaran berkisar Rp7 hingga Rp10 miliar, tergantung pada wilayah,” katanya sebagaimana dikutip dari antaranews.com.
Program ini akan dimulai dengan pemetaan data geospasial sekolah yang bersifat statis yang akan menjadi dasar dalam pembentukan sekitar 30.000 satuan layanan di seluruh Indonesia.
Selain anak sekolah, layanan ini juga akan diperluas untuk mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita berdasarkan data real-time di radius sekitar 6 kilometer dari lokasi layanan.
Sebanyak 85 persen dari anggaran yang dikelola oleh satuan layanan akan digunakan untuk pembelian bahan baku makanan yang akan diolah menjadi menu harian, sementara 10,5 persen lainnya digunakan untuk pemberdayaan komunitas lokal, termasuk membayar tenaga kerja lokal seperti ibu-ibu yang memasak dan bapak-bapak yang mencuci peralatan.
Dadan menambahkan bahwa pembangunan satuan layanan ini akan didanai dari berbagai sumber, termasuk APBN, kemitraan dengan kementerian atau lembaga lain, serta kolaborasi dengan pihak ketiga seperti koperasi, yayasan, dan UMKM.
Pada tahap awal, fokus akan diberikan pada anak sekolah dengan penambahan kelompok rentan lainnya pada tahap berikutnya.
Target Badan Gizi Nasional adalah membentuk sekitar 30.000 satuan layanan di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.