INFOCIMAHI - Seorang ibu asal Cicalengka, Kabupaten Bandung, Nina mengalami kejadian tak menyenangkan di RSHS Bandung.
Setelah melahirkan pada 1 April 2026 di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran, bayinya sempat dirujuk ke RSHS Bandung untuk mendapatkan perawatan akibat penyakit kuning. Lima hari berselang, kondisi sang bayi dinyatakan membaik dan diizinkan pulang.
Namun, saat Nina dan suaminya kembali ke ruang perawatan usai mengurus administrasi dan makan, ia mendapati bayinya berada dalam gendongan seorang perempuan yang tidak dikenalnya.
Penjelasan perempuan tersebut justru menambah tanda tanya. Ia menyebut bayi itu batal pulang karena mengalami gangguan paru-paru, hal tersebut berbeda dari informasi yang diterima Nina sebelumnya.
Dengan perasaan cemas, Nina mencoba memastikan. Ia mengenali bayinya dari pakaian dan selimut yang memang telah ia siapkan sendiri. Merasa ada kejanggalan, Nina segera memanggil perawat untuk meminta penjelasan.
Perawat rumah sakit menyebut bahwa nama Nina sebelumnya sempat dipanggil oleh petugas namun tak kunjung datang.
Menanggapi itu, manajemen rumah sakit menyampaikan permohonan maaf.
“Sehubungan dengan adanya pemberitaan di media sosial TikTok pada tanggal 8 April 2026 terkait pelayanan kesehatan pada bayi dari Ibu Nina Saleha, kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan yang dialami,” tulisnya melalui akun Instagram @/rshs_bandung.
Pihak rumah sakit juga menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan Nina, dan permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.
Sebagai langkah lanjutan, evaluasi internal dilakukan. Perawat yang diduga terlibat telah dipindahkan dari layanan dan dinonaktifkan sementara, serta menerima sanksi berupa Surat Peringatan (SP) 1, sambil menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.