INFOCIMAHI - Di tengah gaya hidup serba cepat, makanan siap saji seperti sosis instan, nugget, hingga kornet kian menjadi pilihan praktis banyak keluarga. Produk-produk ini mudah ditemukan di berbagai supermarket dan dianggap solusi cepat untuk kebutuhan konsumsi harian. Namun, di balik kemudahannya, tersimpan potensi risiko kesehatan yang tak boleh dianggap sepele.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan ultra-proses dalam jangka panjang dapat berdampak serius, terutama jika dimulai sejak usia dini.
"Sekarang ada sosis yang siap makan kan? Siap-siap kanker aja 20 tahun lagi, terutama anak-anak," tegasnya dikutip dari kumparan.com.
"Sekarang ada sosis yang siap makan kan? Siap-siap kanker aja 20 tahun lagi, terutama anak-anak," tegasnya dikutip dari kumparan.com.
Menurutnya, masyarakat perlu lebih cermat sebelum membeli produk kemasan. Salah satu langkah sederhana adalah membaca label komposisi atau nutrition facts pada kemasan. Jika dalam daftar bahan terdapat banyak istilah asing atau kandungan tambahan yang tidak umum dikenal, konsumen sebaiknya lebih waspada.
"Kalau ultra-processed itu yang sudah diolah oleh pabrik, sehingga munculnya bentuknya udah beda. Ayam sudah jadi nugget. Nugget-nugget di supermarket itu belum tentu ada ayamnya tuh," tambahnya.
Ia menjelaskan, secara umum makanan dapat dibagi menjadi beberapa kategori. Makanan non-processed merupakan bahan alami seperti sayur, buah, dan daging segar. Ketika bahan tersebut dimasak sendiri di rumah, masih tergolong processed dan relatif lebih aman. Sementara ultra-processed food (UPF) adalah produk yang telah melalui berbagai tahapan pengolahan industri hingga bentuk dan kandungan alaminya banyak berubah.